• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Community
  • Kolaborasi
  • Career
  • Login
05 Jul

5 Cara yang Dapat Kamu Lakukan untuk Mengontrol OCD

by

Halo, Socconians!

Apakah Socconians sudah tahu tentang OCD? OCD (obsessive-compulsive disorder) merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai ketika seseorang memiliki pikiran yang terus berulang dan tidak dapat dikontrol (obsession) sehingga membuat orang tersebut ingin melakukan sesuatu secara terus-menerus (compulsion) agar ia tidak merasa cemas. Contohnya ketika seseorang terus-menerus berpikir bahwa ia belum mengunci pintu rumah. Hal tersebut membuat ia memiliki ritual compulsion untuk berulang kali mengecek atau meminta bantuan orang lain untuk memastikan pintu rumahnya sudah terkunci.

OCD merupakan gangguan kesehatan mental kronik yang berarti penderita tidak akan benar-benar sembuh, tetapi hal tersebut dapat dikontrol. Jika di antara Socconians ada yang mengalami hal tersebut, jangan khawatir dulu ya! Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol OCD. Nah, kali ini Social Connect akan membahas 5 cara yang dapat kamu lakukan untuk mengontrol OCD. Yuk simak lebih lanjut!

  1. Berusaha menerima pikiran obsessive yang dialami

Kamu harus mencoba untuk menerima obsesi yang kamu alami. Umumnya, ketika seseorang memiliki obsesi, ia akan mencoba untuk menolak kuat-kuat obsesi tersebut. Hal ini justru akan semakin meningkatkan obsesi yang dialami. Maka dari itu, kamu harus menerima bahwa kamu memang memiliki pikiran obsesif. Jangan mempertanyakan, mendebat, atau menganalisis pikiran tersebut. Anggap saja pikiran tersebut merupakan sesuatu yang normal dan tidak sengaja muncul di kepalamu. Secara sederhana, katakan kepada diri kamu sendiri, “nggak apa-apa kok, itu hanya pikiran yang tiba-tiba muncul saja”.

  1. Hadapi kecemasan yang ada

Orang dengan OCD seringkali dipenuhi kecemasan karena pikiran yang mereka alami. Untuk mengatasi rasa cemas, kamu harus menghadapi kecemasan itu sendiri dan jangan dihindari. Kamu perlu mencoba untuk melakukan sesuatu dengan cara lain yang sebenarnya tidak kamu sukai. Contohnya, jika kamu merupakan orang yang selalu mengerjakan segala sesuatu sendirian berulang kali agar sempurna, kamu harus mencoba membiarkan orang lain yang mengerjakan hal tersebut dan percaya dengan mereka. Mungkin di awal kamu akan merasa tidak nyaman, tapi ingat bahwa hal ini penting untuk dilakukan.

  1. Lakukan ritual compulsion dengan perlahan

Salah satu cara yang dapat kamu lakukan untuk mengontrol ritual adalah melakukan ritual tersebut secara perlahan. Ketika kamu melakukan sesuatu secara perlahan, kamu akan mengingat lebih banyak detail tentang apa yang kamu lakukan. Sering kali, karena melakukan sesuatu dengan cepat, kamu jadi tidak ingat apakah kamu sudah melakukannya dengan baik, sehingga kamu akan mulai mencemaskan dan ingin melakukannya lagi untuk memastikan. Misalnya, ketika kamu akan mengunci pintu, berjalanlah ke pintu dengan perlahan, ambil jeda selama beberapa saat untuk mengamati kunci pintu tersebut, pegang kunci pintu, dan rasakan detail kunci di tangan kamu, kemudian putar kunci pintu secara perlahan. Setelah itu, ambil waktu sejenak untuk memastikan pintu sudah benar-benar terkunci dan pergi perlahan. Teknik ini akan memberikan ingatan yang lebih kuat tentang ritual yang kamu lakukan, sehingga akan menurunkan kecemasanmu.

  1. Berikan konsekuensi pada ritual compulsion yang dilakukan

Terkadang, walaupun kamu sudah berusaha menahan, kamu bisa saja secara tidak sadar melakukan ritual yang seharusnya tidak kamu lakukan. Salah satu cara yang dapat meningkatkan kewaspadaan kamu adalah dengan menambahkan konsekuensi setiap kamu melakukan ritual compulsion tersebut. Kamu perlu membuat suatu konsekuensi spesifik yang harus kamu kerjakan jika melakukan ritual itu lagi. Pilihlah konsekuensi yang tidak berkaitan dengan compulsionmu dan dapat mendistraksi kamu dari rutinitas. Contohnya, kamu memiliki ritual untuk mengecek apakah pintu sudah terkunci berulang kali. Ketika kamu melakukan hal tersebut lagi, kamu harus jogging selama 15 menit. Sehingga, lama-kelamaan kamu akan lebih waspada ketika akan melakukan ritual tersebut.

  1. Minta bantuan tenaga medis profesional

Jika kamu merasa gangguan OCD yang kamu alami sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan merasa tidak dapat mengatasinya sendirian, kamu bisa meminta bantuan dokter atau tenaga medis profesional lain yang berkompetensi dalam kesehatan mental. Jangan ragu untuk meminta bantuan apabila kamu memang membutuhkannya karena semua demi kebaikan kamu.

Nah, jadi itu adalah 5 cara yang dapat kamu lakukan untuk mengontrol OCD nih Socconians. Perlu diingat bahwa hal-hal tersebut memang tidak mudah dilakukan dan membutuhkan latihan secara berkala. Jadi, apabila kamu belum berhasil untuk mengontrol OCD, jangan menyerah dan tetap semangat, ya!

Referensi

Penulis : Fanny Prima Irmawati

Editor-in-Chief : Kabrina Rian

Editor Medis : Pandhit Satrio Aji S. Psi

Editor Tata Bahasa : Dian Rotua Damanik dan Sulistia Ningsih

Sumber Tulisan :

  1. Fenske, J.N., Petersen, K. (2015). “Obsessive-Compulsive Disorder: Diagnosis and Management”. Am Fam Physician. Vol. 92 (10). Hal. 896--903.
  2. Kelly, O. (2020). “How Can I Stop OCD Thoughts?”. Diakses dari laman verywellmind.com pada tanggal 07 September 2020.
  3. Penzel, F. (2014). “25 Tips for Succeeding in Your OCD Treatment”. Diakses dari laman iocdf.org pada tanggal 07 September 2020.
  4. Penzel, F. (2019). “Ten Things You Need To Know To Overcome OCD”. Diakses dari laman beyondocd.org pada tanggal 07 September 2020.
  5. Tim Penulis Anxieties. (2020). “How to Stop OCD Obsessing”. Diakses dari laman anxieties.com pada tanggal 07 September 2020.
  6. Tim Penulis Anxieties. (2020). “How to Stop Your OCD Compulsions”. Diakses dari laman anxieties.com pada tanggal 07 September 2020.

Artikel Lainnya!

14 Aug

4 Cara untuk Meningkatkan Self-Image Kita

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Self-image adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri secara baik atau buruk. Jika kita seringkali membanding-bandingkan diri kita dan membentuk sebuah pemikiran, “Kalau kita tidak sukses (seperti yang lain), kita tidak berharga”. Alhasil, self-image kita akan merosot. Berikut empat cara untuk meningkatkan self-image kita!

Read More
12 Aug

Meningkatkan Kualitas Hubungan: Know Yourself Better

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Apakah Socconians sudah mengenali diri kalian lebih baik? Dengan mengenali diri kita sendiri, kita bisa meningkatkan kualitas hubungan kita dengan diri kita sendiri, lho! Selayaknya ketika kita ingin berkenalan dengan orang lain, mengenali diri kita sendiri menggunakan pendekatan yang serupa.

Read More
10 Aug

Mengetahui Lebih Banyak Tentang Toxic Relationship

by Rizka Siti Nur Rachmawati, S.Psi

Socconians pernah dengar apa itu toxic relationship? Saat ini tidak jarang ditemui bahwa apa yang kita anggap tidak sehat belum tentu orang lain juga akan sependapat. Ada beberapa hal dasar yang perlu sama-sama Socconians ketahui tentang tanda-tanda hubungan toxic relationship. Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut ini!

Read More

Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

© Social Connect 2019-2026 All rights reserved.