• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Community
  • Kolaborasi
  • Career
  • Login
05 Jul

Mencegah Bunuh Diri dengan Support Group

by

Hai, Socconians!

Saat seseorang melakukan bunuh diri terdapat latar belakang masalah yang membelenggu hidupnya, seperti persoalan keluarga, percintaan, pendidikan dan berbagai persoalan lainnya yang membuat mereka stress hingga mengalami depresi. Gejala depresi menjadi salah satu faktor terbesar dari mereka yang melakukan bunuh diri. Kalau kamu atau teman dekat pernah memikirkan atau merasakan tendensi untuk melakukan percobaan bunuh diri, sangat disarankan untuk mencari bantuan ke profesional seperti psikolog atau sekadar teman yang bisa jadi pendengar masalah yang tengah dihadapi.

Pada beberapa kasus yang ditemukan, orang yang melakukan bunuh diri umumnya bingung dengan kondisi yang dia rasakan pada saat itu. Hal ini pun berpengaruh pada bagaimana cara mereka dapat melepaskan masalah-masalahnya dengan bercerita kepada orang lain. Mencari pendengar yang baik tentu bukan persoalan yang mudah, terkadang saat bercerita tentang masalah yang sedang dihadapi justru kita sering kali menjadi merasa bersalah. Maka dari itu, penting sekali untuk mereka yang sudah berkeinginan bunuh diri agar mencari jalan keluar salah satunya dengan cara membangun interaksi sosial dengan lingkungan sekitar.

Apabila diri mereka sendiri dan teman tidak mampu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi, beberapa penelitian menyarankan untuk bergabung dengan sebuah komunitas atau kelompok pendukung yang biasa disebut support group. Hal ini merupakan salah satu masukan yang cukup efektif karena setiap pribadi yang tergabung di dalam kelompok tersebut datang dari berbagai latar belakang yang berbeda, namun memiliki permasalahan atau pengalaman yang serupa. Misalnya, ingin melakukan percobaan bunuh diri.

Bagi banyak orang, support group yang berhubungan dengan kesehatan mental dapat menjadi jembatan untuk membantu menghadapi permasalahan. Ketika seseorang tidak dapat mengatasi masalahnya melalui bantuan keluarga atau teman-temannya, ia bisa bergabung dengan support group untuk membantu permasalahan yang sedang dihadapinya.

Support group juga memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk berbagi pengalaman dan perasaan pribadi. Misalnya bagaimana strategi untuk mengatasinya, mendapat informasi langsung tentang masalah yang harus dihadapi, sampai bagaimana berdamai dengan hal tersebut. Di support group juga tentunya mereka yang berbagi pengalaman pernah merasakan kondisi hal yang serupa. Tidak jarang di beberapa support group biasanya terdapat seorang psikolog yang membantu membicarakan topik yang berkaitan dengan kebutuhan kelompok.

Pada saat bergabung dengan support group, tidak sedikit dari mereka merasa canggung untuk berbagi masalah pribadi yang sedang dihadapi dengan orang yang tidak dikenal. Menjadi pendengar di awal merupakan langkah yang tepat saat baru bergabung dengan support group. Namun, seiring waktu, menyumbangkan ide dan pengalaman sendiri dapat membantu orang di kelompok tersebut.

Penting untuk diingat, support group bukanlah satu-satunya pengganti dari masalah yang sedang dihadapi seperti bunuh diri. Bergabung dengan support group diperlukan adaptasi yang sesuai, apakah cocok dengan diri sendiri atau tidak. Jika support group tidak dapat menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi, maka sangat disarankan untuk berdiskusi dengan psikolog ataupun psikiater.

Di Indonesia sendiri masih kurang sadar dengan keberadaan support group, terutama soal subjek kesehatan mental. Namun, untuk menjembatani hal tersebut ada beberapa hotline yang bisa dihubungi untuk orang yang sedang ada masalah dan ingin mencoba melakukan bunuh diri. Nah, apabila keluarga atau teman kamu sedang mengalami hal serupa, kamu bisa rekomendasikan dia ke support group atau hubungi hotline terkait.

Mulai sekarang, kamu juga bisa menjadi pendengar yang baik bagi salah satu anggota keluarga atau teman terdekat yang ingin mencoba tetapi belum menemukan support group yang sesuai. Tidak hanya orang-orang di sekeliling saja, pastikan kesehatan mentalmu ikut dijaga, ya!

Referensi

Penulis : Yoga Prasetyo

Editor-in-Chief : Sulistia Ningsih

Editor Medis : Mozes Touw, M.Psi., Psikolog

Sumber Tulisan :

  1. Moritz, Katie. (2018). “When Should You Worry About Suicidal Thoughts?”. Diakses dari laman Rewire pada tanggal 19 Februari 2020.
  2. Tim Penulis American Cancer Society. (2017). “Types of Support Services”. Diakses dari laman American Cancer Society pada tanggal 17 Februari 2020.
  3. Tim Penulis Mayo Clinic. (2018). “Support groups: Make connections, get help”. Diakses dari laman Mayo Clinic pada tanggal 17 Februari 2020.
  4. Wu, Jade. (2019). “How to Help a Loved One Struggling With Suicidal Thoughts”. Sussex Publishers, LLC. Diakses dari laman Psychology Today pada tanggal 16 Februari 2020.

Artikel Lainnya!

14 Aug

4 Cara untuk Meningkatkan Self-Image Kita

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Self-image adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri secara baik atau buruk. Jika kita seringkali membanding-bandingkan diri kita dan membentuk sebuah pemikiran, “Kalau kita tidak sukses (seperti yang lain), kita tidak berharga”. Alhasil, self-image kita akan merosot. Berikut empat cara untuk meningkatkan self-image kita!

Read More
12 Aug

Meningkatkan Kualitas Hubungan: Know Yourself Better

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Apakah Socconians sudah mengenali diri kalian lebih baik? Dengan mengenali diri kita sendiri, kita bisa meningkatkan kualitas hubungan kita dengan diri kita sendiri, lho! Selayaknya ketika kita ingin berkenalan dengan orang lain, mengenali diri kita sendiri menggunakan pendekatan yang serupa.

Read More
10 Aug

Mengetahui Lebih Banyak Tentang Toxic Relationship

by Rizka Siti Nur Rachmawati, S.Psi

Socconians pernah dengar apa itu toxic relationship? Saat ini tidak jarang ditemui bahwa apa yang kita anggap tidak sehat belum tentu orang lain juga akan sependapat. Ada beberapa hal dasar yang perlu sama-sama Socconians ketahui tentang tanda-tanda hubungan toxic relationship. Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut ini!

Read More

Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

© Social Connect 2019-2026 All rights reserved.