• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Community
  • Kolaborasi
  • Career
  • Login
15 Jul

3 Cara Alami Untuk Mengatasi Gangguan Bipolar

by

Halo, Socconians!

Gangguan bipolar (manic depression) adalah kondisi mental yang membawa perubahan suasana hati yang ekstrem serta dapat mengubah pola tidur, berpikir, energi, dan perilaku seseorang. Gejala gangguan bipolar terdiri dari dua episode utama yaitu, mood elasi yang disebut dengan manik dan mood depresi. Fase manik terjadi saat penderita merasa sangat bersemangat dan energik. Sedangkan fase depresi membuat penderita merasa tidak memiliki semangat hidup atau selalu murung.

Gangguan bipolar membutuhkan pengelolaan dan pemahaman yang baik terhadap dua kategori gejala berbeda tersebut. Gejala manik meliputi perilaku impulsif, mudah marah, hingga mengalami kecemasan yang berlebihan. Sedangkan gejala depresi meliputi suasana hati yang rendah, nafsu makan yang buruk, dan ketidakpedulian secara emosional. Salah satu risiko dari terjadinya gejala depresi menurunnya fungsi dan peran seseorang di tempat kerja dan di lingkungan sekitar.

Menurut National Institutes of Health, beberapa terapi non-resep dapat membantu mengurangi depresi. Hal tersebut cukup efektif karena penderita bipolar lebih sering mengalami gejala depresi daripada manik. Beberapa orang dengan gangguan bipolar juga melaporkan penggunaan perawatan alternatif terbukti membantu. Akan tetapi, cara alternatif tetap tidak boleh menggantikan perawatan atau obat dari dokter.

Cara alternatif yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi gangguan bipolar dapat dimulai dengan melakukan perubahan gaya hidup. Banyak orang telah mengakui adanya manfaat menggabungkan pengobatan dokter dengan memperbaiki gaya hidup. Berikut beberapa contoh gaya hidup yang bisa kamu perbaiki:

1. Tidur yang cukup

Gangguan bipolar dapat mengganggu tidur seseorang. Selama fase manik, seseorang dapat tidur sangat sebentar, namun selama fase rendah (depresi) mereka dapat tidur untuk waktu yang sangat lama. Kurang tidur dapat memicu perubahan suasana hati, sementara tidur yang cukup sangat penting untuk mengelola suasana hati.

Untuk mendapatkan tidur yang baik dan berkualitas, kamu dapat mencoba membuat kondisi kamar tidur yang nyaman, tidak makan terlalu banyak dan terlalu cepat menjelang waktu tidur, menghindari penggunaan gawai atau alat elektronik sebelum tidur, menghindari atau membatasi asupan alkohol, serta tidur dan bangun pada jam-jam yang normal. Namun perlu diingat, orang dengan gangguan bipolar yang sulit tidur berkepanjangan tetap harus berkonsultasi dengan dokter.

2. Diet yang sehat

Diet sehat adalah gaya hidup yang penting bagi orang dengan gangguan bipolar. Sebuah studi tahun 2011 menemukan bahwa hingga 68 persen orang yang mencari pengobatan untuk gangguan bipolar memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Pola makan yang sehat dapat membantu mengurangi risiko kondisi ini. Pada tahun 2013, penelitian lain juga menemukan orang dengan gangguan bipolar lebih mungkin untuk terlibat dalam pesta makan daripada populasi umum.

Tips yang bisa kamu coba untuk membuat diet sehat meliputi menjaga waktu makan yang teratur, memastikan asupan bervariasi, seimbang, mengonsumsi banyak buah dan sayuran, serta membuat rencana makan mingguan dan menyiapkan daftarnya sebelum berbelanja bahan makanan. Selain itu, kamu juga bisa mempelajari dan mempraktikkan resep baru selama suasana hati positif, hal ini dapat membantu membangun kebiasaan diet yang sehat.

3. Olahraga yang teratur

Olahraga ringan dan teratur dapat membantu menyeimbangkan suasana hati serta mencegah sejumlah masalah kesehatan, seperti obesitas dan penyakit kardiovaskular. Sebuah penelitian 2015 menyebutkan bahwa olahraga merupakan strategi yang layak dan efektif untuk menghadapi fase depresi dari gangguan bipolar. Penelitian lain di tahun 2016 silam juga menyebutkan bahwa secara umum, olahraga bertujuan untuk meningkatkan kesehatan, termasuk gejala depresi, dan kualitas hidup. Namun, tetap ingat untuk menyesuaikan intensitas dan aktivitas olahraga dengan kondisi fisik dan psikologi, ya. .

Bagaimana menurutmu, Socconians? Semoga tiga hal di atas bisa menjadi tambahan informasi tentang cara alami untuk mengatasi gangguan bipolar. Selalu jaga kesehatan serta sadari kebahagiaan kamu dan orang-orang di sekeliling, ya, Socconians!

Referensi

Penulis : Jefri Pranata

Editor-in-Chief : Glaniz Izza A.

Review Medis : Andreas Prasetyo Sianturi, S.Psi

Sumber Tulisan :

  1. Calabro, Sara (2016). “9 Natural Therapies for Bipolar Depression”. Diakses pada tanggal 15 Maret 2020 dari situs everydayhealth.com
  2. Selwyn, Leonardus (2018). “5 Cara Alami Atasi Gangguan Bipolar, Jangan Sampai Sebabkan Bunuh Diri!”. Diakses pada tanggal 14 Maret 2020 dari situs lifestyle.okezone.com
  3. Tim Penulis healthline (n.d). “10 Alternative Treatments for Bipolar Disorder”. Diakses pada tanggal 16 Maret 2020 dari situs healthline.com
  4. Tim Penulis Medical News Today (n.d). “Natural remedies for treating bipolar disorder”. Diakses pada tanggal 15 Maret 2020 dari situs medicalnewstoday.com
  5. Tim Penulis Parenting Orami (2019). “Ternyata Penyakit Bipolar Dapat Disembuhkan Secara Alami, Berikut 3 Caranya”. Diakses pada tanggal 14 Maret 2020 dari situs parenting.orami.co.id

Artikel Lainnya!

14 Aug

4 Cara untuk Meningkatkan Self-Image Kita

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Self-image adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri secara baik atau buruk. Jika kita seringkali membanding-bandingkan diri kita dan membentuk sebuah pemikiran, “Kalau kita tidak sukses (seperti yang lain), kita tidak berharga”. Alhasil, self-image kita akan merosot. Berikut empat cara untuk meningkatkan self-image kita!

Read More
12 Aug

Meningkatkan Kualitas Hubungan: Know Yourself Better

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Apakah Socconians sudah mengenali diri kalian lebih baik? Dengan mengenali diri kita sendiri, kita bisa meningkatkan kualitas hubungan kita dengan diri kita sendiri, lho! Selayaknya ketika kita ingin berkenalan dengan orang lain, mengenali diri kita sendiri menggunakan pendekatan yang serupa.

Read More
10 Aug

Mengetahui Lebih Banyak Tentang Toxic Relationship

by Rizka Siti Nur Rachmawati, S.Psi

Socconians pernah dengar apa itu toxic relationship? Saat ini tidak jarang ditemui bahwa apa yang kita anggap tidak sehat belum tentu orang lain juga akan sependapat. Ada beberapa hal dasar yang perlu sama-sama Socconians ketahui tentang tanda-tanda hubungan toxic relationship. Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut ini!

Read More

Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

© Social Connect 2019-2025 All rights reserved.