• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Community
  • Kolaborasi
  • Career
  • Login
18 Oct

5 Tahap Kedukaan dan Cara Mengatasinya

by Tiara Purnamawati, S.Psi

Hai, Socconians! Tahu, enggak? Ketika merasakan perasaan sedih, depresi, dan tertekan karena sesuatu, kita akan melewati beberapa tahap kedukaan. Hal ini memengaruhi kesehatan mental kita, lho. Terdapat lima tahap ketika kita merasakan kedukaan menurut Elisabeth Kubler Ross (2005), yaitu sebagai berikut :

1. Penyangkalan dan Pengasingan diri (Denial)

Denial merupakan tahapan pertama yang dialami individu saat mengalami kedukaan. Individu yang menghadapi kedukaan akan menyangkal bahwa apa yang dialaminya adalah hal yang benar terjadi. Individu dalam tahapan ini biasanya akan berkata, “Tidak, tidak mungkin itu saya. Ini tidak mungkin terjadi pada saya.

2. Kemarahan (Anger)

Tahapan ini berlawanan dengan tahap pertama yaitu penyangkalan. Tahap ini ditandai dengan individu yang mulai yakin atas apa yang sedang dialami. Individu merasakan perasaan marah yang timbul karena kondisi yang sedang dialami dan juga terhadap lingkungan sekitarnya. Pertanyaan individu yang sering ditanyakan pada tahap ini adalah, “Ini tidak adil. Mengapa saya harus mengalami semua ini?

3. Tawar-menawar (Bargaining)

Tahap ini menunjukkan individu yang mulai tawar-menawar dengan kondisi yang sedang dialaminya. Individu melakukan tawar-menawar terhadap Tuhan, dokter, perawat, dan lainnya. Tujuannya agar individu bisa mengurangi atau menghindari kondisi yang sedang dialami.

4. Depresi (Depression)

Tahap depresi menimbulkan beberapa emosi, seperti marah kecewa, sedih, kesal, dan sakit. Tahap ini adalah tahapan yang paling berat karena individu akan merasakan depresi yang buruk. Individu biasanya menghabiskan waktu mereka dengan menangis dan berduka.

5. Penerimaan (Acceptance)

Penerimaan adalah yang terakhir dalam tahap kedukaan. Individu mulai mengalami perkembangan ke arah yang positif, mulai menerima kenyataan dan merasakan hal-hal positif karena bangkit dari rasa berdukanya.

Tidak semua individu mengalami seluruh tahapan sesuai dengan urutannya. Ada beberapa individu melewati semua tahapan. Sebaliknya, ada yang mengalami urutan berbeda atau ada yang terjebak dalam satu tahapan.

Cara Mengatasi Kedukaan

Wiliam J. Worden (1982) mengembangkan sebuah model tahapan bagi individu untuk melewati masa berduka, yaitu four tasks of mourning. Mari kita kenali lebih dalam four tasks mourning.

1. Menerima Realita dari Rasa Kehilangan

Rasa kehilangan merupakan hal yang wajar untuk dirasakan karena sebagian individu mungkin merasa sulit menerima kehilangan tersebut. Meskipun terasa sangat menyakitkan, individu harus memaksa dirinya untuk menerima.

2. Lewati Rasa Sakit Akibat Kehilangan

Reaksi yang dirasakan saat kehilangan tentu sangat menyakitkan. Berbagai macam emosi bisa dirasakan individu, seperti kemarahan, rasa bersalah, takut, depresi, kesedihan, dan lain-lain. Individu membutuhkan waktu untuk memahami perasaannya dalam tahap ini, bahwa apa yang dia rasakan valid atau benar adanya.

3. Sesuaikan Diri dengan Lingkungan Tanpa Kehadiran Ia yang Sudah Tiada

Keadaan akan terasa sangat berbeda ketika seseorang yang biasanya selalu ada atau menemani hari-hari kita telah pergi dan tidak akan kembali lagi. Individu harus mampu beradaptasi dengan situasi baru saat seseorang yang biasa bersamanya sudah meninggalkannya.

4. Mencari Hubungan dengan yang Sudah Tiada Saat Memulai Kehidupan Baru

Tahap ini merupakan tahap terakhir yang bisa dilakukan individu sebagai cara untuk melewati masa berdukanya. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan menemukan sebuah cara untuk tetap terhubung dengan seseorang yang sudah tiada, seperti album foto, klip video, tulisan tangan, atau membuat sebuah karya.

Bagaimana, Socconians, setelah mengetahui tahap dan cara mengatasi kedukaan? Tahap ini pun berbeda tiap individu, ya! Jadi, tidak bisa disamakan antara yang kamu alami dan dialami orang lain. Tetap semangat jika kamu sedang mengalami kedukaan! Jika teman-teman kesulitan dalam menghadapi tahap-tahap tersebut, jangan ragu untuk pergi ke tenaga kesehatan mental!

Referensi

Penulis : Tiara Purnamawati, S.Psi

Editor Tata Bahasa : Nabila Azhari

Sumber Tulisan :

  1. Based on Worden, J. W. (2009). Grief Counseling and Grief Therapy: A Handbook for the Mental Health Practitioner, Fourth Edition, Springer, N.Y.
  2. Kübler-Ross, Elisabeth, David Kessler & Maria Shiver (ed.). 2005. On Grief and Grieving: Finding the Meaning of Grief Through the Five Stages of Loss. New York: Scribner.

Artikel Lainnya!

14 Aug

4 Cara untuk Meningkatkan Self-Image Kita

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Self-image adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri secara baik atau buruk. Jika kita seringkali membanding-bandingkan diri kita dan membentuk sebuah pemikiran, “Kalau kita tidak sukses (seperti yang lain), kita tidak berharga”. Alhasil, self-image kita akan merosot. Berikut empat cara untuk meningkatkan self-image kita!

Read More
12 Aug

Meningkatkan Kualitas Hubungan: Know Yourself Better

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Apakah Socconians sudah mengenali diri kalian lebih baik? Dengan mengenali diri kita sendiri, kita bisa meningkatkan kualitas hubungan kita dengan diri kita sendiri, lho! Selayaknya ketika kita ingin berkenalan dengan orang lain, mengenali diri kita sendiri menggunakan pendekatan yang serupa.

Read More
10 Aug

Mengetahui Lebih Banyak Tentang Toxic Relationship

by Rizka Siti Nur Rachmawati, S.Psi

Socconians pernah dengar apa itu toxic relationship? Saat ini tidak jarang ditemui bahwa apa yang kita anggap tidak sehat belum tentu orang lain juga akan sependapat. Ada beberapa hal dasar yang perlu sama-sama Socconians ketahui tentang tanda-tanda hubungan toxic relationship. Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut ini!

Read More

Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

© Social Connect 2019-2026 All rights reserved.