• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Community
  • Kolaborasi
  • Career
  • Login
09 Jul

Anak Mengalami Gejala Antisosial? Lakukanlah Hal Berikut

by

Hai, Socconians!

Tau gak, sih? Ternyata, antisosial juga merupakan salah satu kondisi gangguan mental yang dapat dialami oleh anak-anak, loh. Hmm.. kira-kira antisosial yang sering kita dengar tuh apa, sih, sebenarnya? Kali ini, Social Connect akan membantu Socconians untuk memahami lebih lanjut tentang antisosial dan beberapa cara untuk menghadapi anak dengan gangguan mental tersebut.

Perilaku antisosial adalah tindakan mengganggu yang ditandai dengan perilaku kasar yang terselubung dan terbuka serta agresi yang disengaja terhadap orang lain. Gangguan kepribadian antisosial, seperti gangguan kepribadian lainnya, adalah pola perilaku dan pengalaman lama yang mengganggu fungsi dan menyebabkan stres. Rupanya, antisosial ini tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi juga anak-anak. Berikut merupakan beberapa ciri anak yang mengalami gejala antisosial:

  • Bertindak agresif dan arogan;
  • Kurangnya hati nurani dan empati;
  • Kurangnya penyesalan;
  • Senang memberontak;
  • Cenderung tidak mengikuti aturan;
  • Memperlakukan sesama manusia dan hewan dengan kasar dan berbahaya;
  • Kesulitan dalam hal pertemanan;
  • Kesulitan dalam membuat kemajuan akademik.

Jika anak mengalami salah satu atau beberapa ciri di atas, kemungkinan besar ia mengidap antisosial. Tapi tenang, Socconians! Kalau kamu menemui anak dengan gejala seperti yang telah disebutkan, jangan dulu panik atau justru malah menghindarinya. Terlebih jika kamu berperan sebagai orang tua, ada baiknya mengetahui cara-cara untuk memperlakukan mereka dengan tepat supaya setidaknya gejala tersebut dapat berkurang dan tidak bertambah parah. Tujuan paling penting dalam menangani perilaku antisosial adalah untuk mengukur dan mendeskripsikan perilaku bermasalah anak dan secara efektif mengajarinya berperilaku positif seperti yang seharusnya diterapkan. Beberapa cara yang dapat dilakukan di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Pelatihan keterampilan mengendalikan emosi

Emosi merupakan hal yang dimiliki setiap orang, tetapi terkadang sulit untuk mengenali emosi apa yang sedang dirasakan. Mempelajari perasaan yang hadir ketika suasana hati berubah dapat membuat anak mengenali dirinya sendiri, sehingga lebih peka untuk mengetahui apa yang disukai dan tidak disukainya. Lewat pengendalian emosi itulah anak dapat meningkatkan kesadaran dirinya untuk mengontrol apa yang harus dilakukannya. Cara ini dapat dimulai dari lingkungan terkecil dan terdekat yaitu melalui interaksi dengan keluarga.

2. Pelatihan ketrampilan masalah sosial

Social skill merupakan suatu kemampuan atau kompetensi individu yang penting dalam menjalin hubungan positif terhadap lingkungan. Melalui pelatihan keterampilan masalah sosial, anak dapat memilah dan melihat sendiri sikap dan hubungan positif seperti apa yang seharusnya ditunjukkan kepada sesama. Cara ini dapat dilakukan mulai dari membiasakan diri menjalin hubungan positif dengan teman di lingkungan sekitar.

3. Terapi keluarga

Terapi keluarga atau konseling keluarga adalah bentuk perawatan yang dirancang untuk menangani masalah-masalah khusus yang memengaruhi kesehatan dan fungsi sebuah keluarga. Terapi keluarga dapat dilakukan dengan memperkuat komunikasi antara anak dengan keluarganya terutama orang tua. Terapi keluarga cocok untuk orang yang tidak ingin dicampuri oleh pihak lain. Namun, perlu ditekankan bahwa dalam terapi ini, orang tua memegang kendali besar atas anak sehingga mengharuskan orang tua memiliki pengetahuan mendasar tentang hal yang benar dan baik untuk dilakukan pada anak dengan gejala antisosial.

Hal yang mudah, bukan? Socconians dapat melakukan hal-hal di atas terlebih dahulu jika memang ragu untuk menentukan apakah anak mengalami gangguan antisosial atau tidak, ketika sudah menunjukkan salah satu atau beberapa gejala yang telah disebutkan sebelumnya. Jika memang dirasa tidak bisa mengatasi seorang diri, langkah terbaik adalah bertemu dengan ahlinya. Jangan pernah takut untuk berkonsultasi terkait kesehatan mental ya, Socconians! Karena dengan menjaga kondisi mental yang sehat dapat membantu Socconians menikmati hidup dengan lebih berkualitas.

Referensi

Penulis: Mar’ah Niam Wafiroh

Editor-in-Chief: Kabrina Rian

Editor Medis: Pandhit Satrio Aji S.Psi

Editor Tata Bahasa: Indah Riadiani dan Glaniz Izza

  1. Ackerman, Courtney. (2020). “What Is Family Therapy? + 6 Techniques & Interventions”. Diakses tahun 2020 dari https://positivepsychology.com/family-therapy/
  2. Chowdhury, MR. (2020). “What is Emotion Regulation? + 6 Emotional Skills and Strategies. Diakses dari https://positivepsychology.com/emotion-regulation/
  3. Dean and Korobanova. (2015). “Antisocial Personality Disorder Managing the Healthcare Relationship”. MedicineToday. 16(8): 14-18. Diakses dari https://medicinetoday.com.au/sites/default/files/cpd/MT2015-08-014-DEAN.pdf
  4. Healthforchildren.org. “Antisocial Behavior”. Diakses tahun 2020 dari http://www.healthofchildren.com/A/Antisocial-Behavior.html
  5. Healthforchildren.org. “Antisocial Personality Disorder”. Diakses tahun 2020 darii http://www.healthofchildren.com/A/Antisocial-Personality-Disorder.html
  6. Health.harvard.edu. “Antisocial Personality Disorder”. Diakses tahun 2020 dari https://www.health.harvard.edu/a_to_z/antisocial-personality-disorder-a-to-z
  7. Scaccia, Annamarya. 2016. “How to Identify and Treat Antisocial Behavior in Children”. Diakses dari https://www.healthline.com/health/parenting/antisocial-behavior-in-children
  8. Spender and Scott. 1997. “Management of antisocial behavior in Childhood”. Advances in Psychiatric Treatment. vol.3, pp. 128-137. Diakses dari https://www.researchgate.net/publication/247801575_Management_of_Antisocial_Behaviour_in_Childhood
  9. Zhang, Kaili. (2006). “Social Skills Intervention for Students with Emotional/Behavioral Disorders: A literature Review from the American Perspective”. Academic Journals:Educational Research and Reviews, 1 (3): 143-149. Diakses dari https://www.researchgate.net/publication/228654203_Social_skills_intervention_for_students_with_emotionalbehavioral_disorders_A_literature_review_from_the_American_Perspective

Artikel Lainnya!

14 Aug

4 Cara untuk Meningkatkan Self-Image Kita

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Self-image adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri secara baik atau buruk. Jika kita seringkali membanding-bandingkan diri kita dan membentuk sebuah pemikiran, “Kalau kita tidak sukses (seperti yang lain), kita tidak berharga”. Alhasil, self-image kita akan merosot. Berikut empat cara untuk meningkatkan self-image kita!

Read More
12 Aug

Meningkatkan Kualitas Hubungan: Know Yourself Better

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Apakah Socconians sudah mengenali diri kalian lebih baik? Dengan mengenali diri kita sendiri, kita bisa meningkatkan kualitas hubungan kita dengan diri kita sendiri, lho! Selayaknya ketika kita ingin berkenalan dengan orang lain, mengenali diri kita sendiri menggunakan pendekatan yang serupa.

Read More
10 Aug

Mengetahui Lebih Banyak Tentang Toxic Relationship

by Rizka Siti Nur Rachmawati, S.Psi

Socconians pernah dengar apa itu toxic relationship? Saat ini tidak jarang ditemui bahwa apa yang kita anggap tidak sehat belum tentu orang lain juga akan sependapat. Ada beberapa hal dasar yang perlu sama-sama Socconians ketahui tentang tanda-tanda hubungan toxic relationship. Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut ini!

Read More

Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

© Social Connect 2019-2026 All rights reserved.