• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Community
  • Kolaborasi
  • Career
  • Login
26 Jul

Introvert Adalah Seorang Antisosial?

by Wira Suryawati

Halo, Socconians!

Kali ini, Social Connect akan membahas introvert dan antisosial. Dua subjek ini sering kali disamakan. Ada yang mengira bahwa orang introvert sama dengan orang antisosial. Namun, apa memang demikian?

Menurut Carl Jung, seorang psikolog ternama dari Swiss, introvert maupun extrovert adalah dua tipe kepribadian yang didasari pada cara mereka mendapatkan atau mengisi ulang energi. Seorang introvert berfokus pada pemikiran pribadi dan mengisi energinya dengan refleksi pada diri sendiri. Sementara seorang extrovert, menikmati interaksi dengan orang lain untuk mengisi kebutuhan energinya.

Seorang introvert lebih dapat menikmati waktu luangnya dengan beberapa orang saja jika dibandingkan dengan extrovert yang dapat bergaul dalam grup besar. Namun, Susan Cain dalam bukunya berjudul Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking, berpendapat bahwa seseorang tidak ada yang 100% berkepribadian introvert, begitu pun sebaliknya. Apabila seseorang memiliki kepribadian introvert dan extrovert dengan perbandingan sekitar 50:50, maka seseorang tersebut disebut ambivert.

Antisosial sendiri sangat berbeda dari kepribadian introvert. Antisosial merupakan gangguan kepribadian dengan ciri melakukan perilaku menyimpang dari norma dan hukum, manipulatif, tidak memiliki rasa bersalah, dan cenderung melakukan hal yang membahayakan diri sendiri serta orang lain. Seorang dengan gangguan kepribadian antisosial justru cenderung memiliki kepribadian extrovert karena ia menggunakan kewibawaannya untuk memanipulasi orang lain.

Dr. Arnie Kozak, seorang psikoterapis dan asisten profesor klinis dalam psikiatri di University of Vermont College of Medicine dan penulis The Awakened Introvert, menjabarkan perbedaan antara introvert dan antisosial, sebagai berikut.

1. Introvert adalah ciri kepribadian, sedangkan antisosial adalah masalah klinis atau biasa disebut Antisocial Personality Disorder (ASPD).

Individu yang memiliki ciri kepribadian introvert masih dapat menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain, meskipun jumlahnya terbatas. Sedangkan individu dengan ASPD cenderung memiliki pola hubungan yang tidak sehat dengan memanipulasi orang lain untuk memenuhi keinginannya.

2. Seorang yang introvert masih mampu bersosialisasi dan membangun jaringan dengan orang lain, sedangkan antisosial tidak dapat menjalin hubungan dengan orang lain secara sehat.

Seorang yang mengalami gangguan kepribadian antisosial ini tidak memiliki rasa empati dengan orang lain. Berbeda dengan introvert yang masih memiliki teman, merasakan empati, dan dapat menikmati waktunya bersama orang lain. Hanya saja, mereka akan lebih nyaman dengan menyendiri untuk mengisi ulang energinya.

3. Seorang antisosial bisa memiliki ciri kepribadian extrovert.

Berkaca pada kasus seorang psikopat di Amerika, Ted Bundy, ia dideskripsikan sebagai seorang yang pintar bersosialisasi dan aktif dalam kegiatan sosial dan politik. Justru, seorang dengan gangguan ASPD menggunakan kemampuan sosialisasi mereka untuk memanipulasi orang lain demi kepentingan diri sendiri. Tentunya, gangguan ASPD diikuti dengan gejala lainnya seperti agresif, impulsif, dan tidak bertanggung jawab atas perilaku yang melanggar hukum dan hak orang lain.

Socconians, berdasarkan penjabaran di atas, jelas bahwa seorang introvert berbeda dengan seorang pengidap gangguan antisosial (ASPD). Tidak ada yang salah dengan memiliki tipe kepribadian introvert, justru mereka memiliki cara yang unik dalam merawat kesehatan mentalnya. Selain artikel ini, Social Connect juga memiliki banyak artikel yang berkaitan dengan kesehatan mental lainnya. Selamat membaca!

Referensi

Penulis: Wira Suryawati

Editor-in-Chief: Kabrina Rian

Editor Medis: Fadilla M. Aulia, S.Psi

Editor Tata Bahasa: Muhammad Ridwan dan Zimi

Sumber Tulisan :

  1. Handayani, V. [Halodoc.com]. (2019). "Kenali Perbedaan Introvert dan Gangguan Antisosial". Diakses pada tanggal 17 September 2020 dari situs web https://www.halodoc.com/artikel/kenali-perbedaan-introvert-dan-gangguan-antisosial.
  2. Psychology Today. [Psychologytoday.com]. (2019). "Antisocial Personality Disorder". Diakses pada tanggal 1 Oktober 2020 dari situs web https://www.psychologytoday.com/us/conditions/antisocial-personality-disorder.
  3. Sauer, M. [Sheknows.com]. (2016). "5 Ways Being an Introvert is Nothing Like Being Antisocial". Diakses pada tanggal 17 September 2020 dari situs web https://www.sheknows.com/living/articles/1113071/introvert-vs-antisocial/.
  4. Smith, M. [Webmd.com]. (2020). "Introvert Personality". Diakses pada tanggal 17 September 2020 dari situs web https://www.webmd.com/balance/introvert-personality-overview#1.
  5. Srinidhi, S. [Medium.com]. (2016). "Introvert, Extrovert, Ambivert, What Are You". Diakses pada tanggal 20 September 2020 dari situs web https://medium.com/@contactsunny/introvert-extrovert-ambivert-what-are-you-4b72b951b7d4.
  6. Wakefield, K. [Introvertdear.com]. (2016). "Are You an Introvert or Are You Antisocial". Diakses pada tanggal 20 September 2020 dari situs web https://introvertdear.com/news/are-you-an-introvert-or-are-you-antisocial/.

Artikel Lainnya!

14 Aug

4 Cara untuk Meningkatkan Self-Image Kita

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Self-image adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri secara baik atau buruk. Jika kita seringkali membanding-bandingkan diri kita dan membentuk sebuah pemikiran, “Kalau kita tidak sukses (seperti yang lain), kita tidak berharga”. Alhasil, self-image kita akan merosot. Berikut empat cara untuk meningkatkan self-image kita!

Read More
12 Aug

Meningkatkan Kualitas Hubungan: Know Yourself Better

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Apakah Socconians sudah mengenali diri kalian lebih baik? Dengan mengenali diri kita sendiri, kita bisa meningkatkan kualitas hubungan kita dengan diri kita sendiri, lho! Selayaknya ketika kita ingin berkenalan dengan orang lain, mengenali diri kita sendiri menggunakan pendekatan yang serupa.

Read More
10 Aug

Mengetahui Lebih Banyak Tentang Toxic Relationship

by Rizka Siti Nur Rachmawati, S.Psi

Socconians pernah dengar apa itu toxic relationship? Saat ini tidak jarang ditemui bahwa apa yang kita anggap tidak sehat belum tentu orang lain juga akan sependapat. Ada beberapa hal dasar yang perlu sama-sama Socconians ketahui tentang tanda-tanda hubungan toxic relationship. Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut ini!

Read More

Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

© Social Connect 2019-2026 All rights reserved.