• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Community
  • Kolaborasi
  • Career
  • Login
13 Jul

Mengenal Lebih Dekat dengan OCD

by

Halo, Socconians!

Bagaimana kabar kalian? Semoga selalu dalam keadaan baik dan sehat, ya. Di tengah wabah COVID-19 ini, jangan lupa untuk tetap patuhi protokol kesehatan, jaga jarak, cuci tangan, menggunakan masker, dan jika bisa tetap di rumah saja, ya!

Pada kesempatan kali ini Social Connect akan membahas mengenai OCD. Apakah kalian tau apa itu OCD? Obsessive-Compulsive Disorder atau OCD adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai oleh pikiran obsesif dan tindakan kompulsif. OCD tidak mengenal batas usia, gangguan kesehatan mental ini dapat ditemukan pada anak-anak maupun dewasa.

Umumnya individu dengan OCD mengalami dua gejala berikut:

  1. Obsesi: Pikiran, gambar, atau dorongan yang tidak diinginkan dan tidak menyenangkan yang berulang kali memasuki pikiran, hingga menyebabkan perasaan cemas atau gelisah. Pikiran obsesif dapat menjadi sangat persisten hingga mengganggu kehidupan sehari-hari individu yang mengalaminya.
  2. Kompulsi: Dorongan untuk melakukan sebuah perilaku yang terlihat nyata (seperti mencuci tangan atau memeriksa pintu) atau tindakan mental (seperti mengulang-ulang kata-kata tertentu, atau menghitung) untuk meredakan perasaan tidak menyenangkan yang disebabkan oleh pikiran obsesif.

Contohnya, seseorang dengan pikiran obsesif yang berhubungan dengan keselamatan diri mungkin memiliki dorongan memeriksa semua jendela dan pintu terkunci beberapa kali sebelum mereka dapat meninggalkan rumah mereka karena hal ini membuat mereka lebih tenang. Begitu pula untuk orang-orang dengan pikiran obsesif yang berhubungan dengan terkontaminasi kuman yang memiliki dorongan untuk membersihkan diri sesering mungkin.

Penyebab utama dari OCD belum sepenuhnya dipahami. Namun kondisi ini diduga disebabkan oleh tiga hal berikut:

  1. Faktor Biologis: Beberapa studi menunjukan bahwa ada kekurangan dalam hormon serotonin pada individu yang mengalami OCD. Serotonin sendiri adalah hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur beberapa fungsi tubuh, seperti mengelola suasana hati;
  2. Faktor Genetika: Walau peneliti belum berhasil menemukan satu gen spesifik yang menyebabkan OCD, studi menunjukan bahwa memiliki anggota keluarga atau saudara yang mengalami OCD meningkatkan faktor resiko seseorang mengalami OCD;
  3. Faktor Lingkungan: Pengalaman traumatis (seperti kekerasan fisik, ditinggal oleh orang dikasihi) atau tekanan dari lingkungan juga bisa menyebabkan OCD.

Nah, sekarang Socconians sudah tahu, bukan tentang OCD? Semoga hal-hal yang telah disebutkan dan dijelaskan di atas dapat menambah pengetahuan Socconias tentang OCD. Jika kalian merasa diri kalian atau orang di sekitar menunjukkan adanya gejala OCD, maka segeralah berkonsultasi ke tenaga profesional ya, agar mendapat solusi yang tepat dan menghindari self-diagnosis!

Referensi

Penulis: Utari Widri

Editor-in-Chief: Kabrina Rian

Editor Medis: Keisha Alika Lie, BPsychSc

Editor Tata Bahasa: Indah Riadiani dan Glaniz Izza

Sumber Tulisan : 

  1. Abraham, M. (2018). “The links between OCD and Serotonin Deficiency”. **Diakses dari  *[https://www.calmclinic.com/ocd/serotonin-deficiency#:~:text=Obsessive compulsive disorder%2C or OCD,serious and anxiety producing issue.](https://www.calmclinic.com/ocd/serotonin-deficiency#:~:text=Obsessive compulsive disorder%2C or OCD,serious and anxiety producing issue.)*
  2. Heyman, I., D. Mataix-Cols, and N. A. Fineberg. (2006). "Obsessive-compulsive Disorder." BMJ: 333.7565 : 424-429. Diakses dari https://www.bmj.com/content/333/7565/424
  3. Mayo Clinic Healthy Living. (2020). “Obsessive Compulsive Disorder (OCD)”. Diakses dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/obsessive-compulsive-disorder/symptoms-causes/syc-20354432
  4. National Health Service. (2019). “Obsessive Compulsive Disorder (OCD)” Diakses dari https://www.nhs.uk/conditions/obsessive-compulsive-disorder-ocd/
  5. Teen Mental Health. (2020). **“Obsessive Compulsive Disorder (OCD)”. Diakses dari [http://teenmentalhealth.org/mental-disorders/obsessive-compulsive-disorder-ocd/#:~:text=O bsessive-Compulsive Disorder (OCD,images or impulses (urges).

Artikel Lainnya!

14 Aug

4 Cara untuk Meningkatkan Self-Image Kita

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Self-image adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri secara baik atau buruk. Jika kita seringkali membanding-bandingkan diri kita dan membentuk sebuah pemikiran, “Kalau kita tidak sukses (seperti yang lain), kita tidak berharga”. Alhasil, self-image kita akan merosot. Berikut empat cara untuk meningkatkan self-image kita!

Read More
12 Aug

Meningkatkan Kualitas Hubungan: Know Yourself Better

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Apakah Socconians sudah mengenali diri kalian lebih baik? Dengan mengenali diri kita sendiri, kita bisa meningkatkan kualitas hubungan kita dengan diri kita sendiri, lho! Selayaknya ketika kita ingin berkenalan dengan orang lain, mengenali diri kita sendiri menggunakan pendekatan yang serupa.

Read More
10 Aug

Mengetahui Lebih Banyak Tentang Toxic Relationship

by Rizka Siti Nur Rachmawati, S.Psi

Socconians pernah dengar apa itu toxic relationship? Saat ini tidak jarang ditemui bahwa apa yang kita anggap tidak sehat belum tentu orang lain juga akan sependapat. Ada beberapa hal dasar yang perlu sama-sama Socconians ketahui tentang tanda-tanda hubungan toxic relationship. Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut ini!

Read More

Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

© Social Connect 2019-2026 All rights reserved.