• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Community
  • Kolaborasi
  • Career
  • Login
23 Jul

Menghadapi PTSD dengan Active Coping

by Tsana Afrani

Post-traumatic Stress Disorder merupakan gangguan kesehatan mental yang dapat terjadi pada semua orang, bukan hanya pada veteran perang. Setiap orang memiliki kemungkinan untuk mengidap Post-traumatic Stress Disorder tanpa memandang etnis, kebangsaan, atau usia tertentu.

Hi, Socconians!

Apakah kamu pernah mendengar istilah Post-traumatic Stress Disorder? Istilah tersebut sering digunakan untuk menjelaskan keadaan para veteran perang yang mengalami gangguan pikiran dan perasaan berkaitan dengan kejadian traumatis yang ia alami di medan perang. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ternyata Post-traumatic Stress Disorder dapat dialami oleh siapa saja, lho, Socconians. Pada kesempatan kali ini, Tim Social Connect akan membahas Post-traumatic Stress Disorder serta cara menghadapi dan mengatasinya.

Post-traumatic Stress Disorder adalah gangguan kesehatan mental yang dapat terjadi pada orang yang pernah mengalami atau menyaksikan suatu peristiwa traumatis. Peristiwa traumatis tersebut dapat berupa bencana alam, kecelakaan, peristiwa teroris, perang, pemerkosaan, atau kekerasan pribadi lainnya. Gejala dari Post-traumatic Stress Disorder dapat berupa munculnya flashback, mimpi buruk, kecemasan tinggi, serta pikiran yang tidak dapat dikendalikan berkaitan dengan peristiwa traumatis yang pernah dialami penderitanya. Nah, definisi tersebut menjelaskan mengapa semua orang memiliki kemungkinan untuk mengidap Post-traumatic Stress Disorder, Socconians, karena setiap orang pastinya memiliki kemungkinan untuk mengalami peristiwa traumatis. Statistik berdasarkan survey di Amerika Serikat menyatakan bahwa 6 dari 10 laki-laki (60%) dan 5 dari 10 wanita (50%) mengalami setidaknya satu kejadian traumatis dalam kehidupan mereka. Statistik tersebut juga menunjukkan adanya sekitar 7-8 orang dari setiap 100 orang di Amerika Serikat yang akan mengalami kejadian traumatis pada 1 titik kehidupannya.

Menurut ahli, Active coping dapat menjadi salah satu cara efektif untuk menghadapi Post-traumatic Stress Disorder, nih, Socconians, di mana Active coping merupakan metode dengan cara menerima dampak trauma serta mengambil suatu tindakan untuk memperbaiki keadaan. Berikut beberapa cara active coping yang dapat diterapkan:

1. Sadar dengan keadaan diri

Kita tidak boleh terlalu memaksakan diri sendiri. Apabila mulai merasakan kecemasan atau teringat akan peristiwa traumatis, segera cari cara untuk menenangkan diri. Salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran terhadap keadaan diri adalah dengan mengenali lebih lanjut mengenai gejala Post-traumatic Stress Disorder itu sendiri. Namun, Socconians jangan melakukan Self Diagnosed, ya! Kesadaran diri yang baik menjadi langkah awal meminimalisasi semakin buruknya gangguan Post-traumatic Stress Disorder itu.

2. Melakukan aktivitas positif

Aktivitas positif yang bersifat engaging mampu meningkatkan perasaan positif terhadap hidup dan juga pola pikir manusia terhadap dunia dan pengalaman traumatisnya. Aktivitas positif bisa berupa rekreasi singkat, bermain alat musik, berolahraga, menggambar dll. Tergantung pada setiap manusia yang memiliki keunikan yang berbeda-beda.

3. Mencari dukungan dari orang lain dengan menyampaikan apa yang dirasakan

Dukungan sosial menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk menghadapi Post-traumatic Stress Disorder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya dukungan sosial pada orang-orang yang resilien setelah mengalami peristiwa traumatis dapat meningkatkan kerentanan munculnya PTSD. Dukungan sosial dapat diperoleh dari keluarga, teman, atau bahkan tenaga profesional seperti psikolog. Apabila ternyata orang terdekat kita merupakan pengidap Post-traumatic Stress Disorder, maka kita dapat memberikan dukungan dengan cara menjadi pendengar yang baik untuk mereka.

Setelah membaca pemaparan di atas, semoga Socconians jadi lebih memahami ya, apa itu Post-traumatic Stress Disorder dan bagaimana cara menghadapinya dengan menerapkan active coping. Apabila Socconians merasa membutuhkan bantuan terkait hal-hal yang dirasakan, baik secara fisik maupun psikis, jangan ragu-ragu untuk berkonsultasi kepada pihak profesional seperti dokter dan psikolog. Berkonsultasi kepada pihak profesional juga merupakan salah satu cara dari active coping, lho, Socconians. Juga, jangan lupa untuk menjaga kesehatan mental diri sendiri dan orang-orang terdekat yang ada di sekitar kita, ya, Socconians!

Referensi

Penulis : Tsana Afrani

Editor-in-Chief : Finda Rhosyana dan Hafiza Dina Islamy

Review Medis : Grace Eugenia Sameve, M.A, M.Psi, Psikolog

Sumber Tulisan :

  1. Thompson, N. J., Fiorillo, D., Rothbaum, B. O., Ressler, K. J., & Michopoulos, V. (2018). “Coping strategies as mediators in relation to resilience and posttraumatic stress disorder”. Journal of Affective Disorders. Hlm. 153–159.
  2. Tim Penulis American Psychiatric Association. (2017). “What Is Posttraumatic Stress Disorder?”. Diakses pada 4 Agustus 2019 dari website American Psychiatric Association.
  3. Tim Penulis Mayo Clinic. (2018). “Post-traumatic Stress Disorder (PTSD)”. Diakses pada 4 Agustus 2019 dari website Mayo Clinic.
  4. Tim Penulis Psychology Today. (2018). “How to Cope with PTSD?”. Diakses pada 4 Agustus 2019 dari website Psychology Today.
  5. Tim Penulis U.S. Department of Veterans Affair. (2018). “Coping with Traumatic Stress Reactions”. Diakses pada 4 Agustus 2019 dari website U.S. Department of Veterans Affair.
  6. Tim Penulis U.S. Department of Veterans Affair. (2018). “How Common is PTSD in Adults?”. Diakses pada 4 Agustus 2019 dari website U.S. Department of Veterans Affair.

Artikel Lainnya!

14 Aug

4 Cara untuk Meningkatkan Self-Image Kita

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Self-image adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri secara baik atau buruk. Jika kita seringkali membanding-bandingkan diri kita dan membentuk sebuah pemikiran, “Kalau kita tidak sukses (seperti yang lain), kita tidak berharga”. Alhasil, self-image kita akan merosot. Berikut empat cara untuk meningkatkan self-image kita!

Read More
12 Aug

Meningkatkan Kualitas Hubungan: Know Yourself Better

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Apakah Socconians sudah mengenali diri kalian lebih baik? Dengan mengenali diri kita sendiri, kita bisa meningkatkan kualitas hubungan kita dengan diri kita sendiri, lho! Selayaknya ketika kita ingin berkenalan dengan orang lain, mengenali diri kita sendiri menggunakan pendekatan yang serupa.

Read More
10 Aug

Mengetahui Lebih Banyak Tentang Toxic Relationship

by Rizka Siti Nur Rachmawati, S.Psi

Socconians pernah dengar apa itu toxic relationship? Saat ini tidak jarang ditemui bahwa apa yang kita anggap tidak sehat belum tentu orang lain juga akan sependapat. Ada beberapa hal dasar yang perlu sama-sama Socconians ketahui tentang tanda-tanda hubungan toxic relationship. Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut ini!

Read More

Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

© Social Connect 2019-2026 All rights reserved.