• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Community
  • Kolaborasi
  • Career
  • Login
08 Jul

Penamaan Sindrom yang Terinspirasi Dari Tokoh Disney

by

Hi, Socconians!

Kalian pasti sudah tidak asing dengan kata Disney, bukan? Disney dikenal sebagai perusahaan yang menghasilkan film-film animasi, seperti Cinderella, Snow White, Mulan, dan lainnya. Namun, tahukah kalian bahwa dalam psikologi, ada beberapa sindrom yang penamaannya terinspirasi dari tokoh Disney? Istilah sindrom sendiri adalah sekumpulan gejala yang muncul secara bersamaan dan menandai adanya ketidaknormalan tertentu. Lalu, apa saja nama-nama sindrom tersebut? Berikut pemaparannya.

Cinderella Complex

Cinderella dikenal sebagai seorang putri yang tinggal dengan ibu tiri dan kedua saudara tirinya yang jahat. Lalu, hidupnya berubah setelah ia bertemu seorang pangeran yang ia temui di pesta dansa. Dari kisahnya ini, Colette Dowling memperkenalkan istilah Cinderella Complex yaitu suatu ketidakmampuan seorang wanita untuk bersikap mandiri, tidak mampu untuk mengembangkan potensi secara optimal, dan keinginan untuk dirawat serta dilindungi oleh seseorang yang lebih kuat darinya, khususnya pria. Biasanya, sindrom ini dialami oleh remaja perempuan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Elizabeth Douvan, para remaja perempuan sampai usia 18 tahun (kadang sampai di atas 18 tahun), tidak menunjukkan sisi kemandirian.

Peter Pan Syndrome

Sindrom yang diperkenalkan oleh Dan Kiley ini berdasarkan fenomena kenakalan remaja laki-laki yang melakukan pemberontakan agar dipandang lebih baik di kelompoknya dan menolak untuk melaksanakan tanggung jawab, seperti belajar. Sindrom Peter Pan adalah pria yang memiliki kesulitan melaksanakan kewajibannya dan membentuk hubungan intim dengan orang lain. Simtomnya yaitu emosi yang beku, cenderung menunda membuat keputusan, memiliki hambatan dalam membentuk hubungan interpersonal, pemikiran yang masih kekanak-kanakan yang dipenuhi oleh fantasi, dan adanya penolakan terhadap figur ibu, ayah, dan hubungan seksual. Penyebab sindrom Peter Pan yaitu orang tua yang terlalu melindungi anaknya dan tidak memberi anak kebebasan sehingga anak tidak bisa hidup mandiri dan membangun hubungan yang baik dengan orang lain.

Wendy Dilemma

Kalau Peter Pan adalah sosok yang kekanak-kanakan, berbeda dengan Wendy yang memiliki sifat penyayang dan keibuan. Wendy dilemma diperkenalkan oleh Dan Kiley yang memiliki arti individu yang bersikap dewasa sebelum waktunya dan berperilaku seperti seorang ibu yang overprotektif. Wendy Dilemma ini biasa dialami oleh wanita dengan ciri-ciri rela berkorban untuk orang yang dicintainya, melakukan apa pun agar orang-orang di sekitarnya bahagia, dan takut tidak dibutuhkan.

Sleeping Beauty Syndrome

Sindrom ini memiliki nama lain Klein-Levin Syndrome (KLS) yaitu suatu kelainan langka yang ditandai dengan serangan tidur yang berlebihan yang terjadi secara berulang yang berkaitan dengan berkurangnya pemahaman akan dunia dan perilaku. Sindrom ini terjadi pada usia remaja, tetapi bisa juga terjadi saat kanak-kanak dan dewasa. Sindrom ini sangat jarang terjadi dan diperkirakan hanya ada 1—2 kasus per 1 juta orang. Tidak diketahui apa penyebabnya, tetapi fase pada sindrom ini sering disebabkan oleh infeksi atau cidera di kepala, konsumsi alkohol, dan kurang tidur. Fase pada sindrom ini bisa berlangsung selama berhari-hari, berminggu-minggu, dan berbulan-bulan dan saat individu ada pada fase ini, mereka tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Setelah fase ini berakhir, individu hanya akan mengingat sedikit atau bahkan tidak sama sekali mengingat tentang apa yang terjadi selama berada di fase tersebut.

Rapunzel Syndrome

Rapunzel dikenal sebagai seorang putri yang memiliki rambut yang sangat panjang. Namun, sindrom ini bukan tentang individu yang terobsesi memiliki rambut sangat panjang, melainkan bentuk langka trichobezoar yang ditemukan pada individu yang memiliki riwayat gangguan psikiatrik yaitu trikotilomania (kebiasaan mencabuti rambut) dan trichophagia (kebiasaan memakan rambut). Ini biasanya dialami oleh remaja perempuan. Hanya sekitar 10%—30% individu dengan trikotilomania yang juga mengidap trichopagia, dan sekitar 1% yang di dalam saluran pencernaannya terdapat gumpalan rambut. Akibatnya, lambung tidak dapat mencerna gumpalan rambut tersebut.

Nah, itu dia beberapa sindrom yang namanya terinspirasi dari tokoh Disney. Jika Sooconians merasa orang-orang tersayang atau bahkan Socconians sendiri memiliki simtom/gejala dari sindrom-sindrom tersebut, alih-alih self-diagnose, lebih baik segera periksakan ke psikolog atau pun psikiater.

Referensi

Penulis : Nahlia Choirunnisa, S.Psi

Editor-in-Chief : Lailatul Qomariah

Editor Medis : Nahlia Choirunnisa, S.Psi

Sumber Tulisan :

  1. Descanita, Auliasari. (2018). “Kecenderungan Cinderella Complex Pada Remaja Putri yang Mengalami Broken Home”. Jurnal Psikoborneo. Volume 6 (2): 174-179. Diakses pada tanggal 15 Februari 2021 dari situs web: http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/psikoneo/article/view/4555
  2. Diana Putri, Arini (2019). “Peterpan Syndrome Phenomenon : SelfIdentity Crisis in Forming Intimation in Adult Man”. Jurnal Psikodimensia. Volume 18 (2): 158-166. Diakses pada tanggal 15 Februari 2021 dari situs web: http://journal.unika.ac.id/index.php/psi/article/viewFile/2305/1253
  3. Rettner, Rachel. (2019). “Teen Has 3-Pound Hair Ball Removed from Her Stomach”. Diakses pada tanggal 16 Februari 2021 dari situs web: https://www.livescience.com/giant-hairball-stomach-rapunzel-syndrome.html
  4. Saboowala, Hakim. (2020). What is Rapunzel Syndrome?. Toronto: Kobo. Diakses pada 16 Februari 2021 dari situs web:  https://books.google.co.id/books?id=iF3eDwAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=What+is+Rapunzel+Syndrome?&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwiG8JSytPbuAhUSfSsKHQn0CAcQ6AEwAHoECAQQAg#v=onepage&q=What is Rapunzel Syndrome%3F&f=false
  5. Sylvia, V. (2019). “Peter Pan Syndrome Pada Wanita”.  Diakses pada tanggal 19 Februari 2021 dari situs web: https://www.sehatq.com/forum/peter-pan-syndrome-q28046
  6. Tim Penulis KLS Support UK. (2021). “What is Klein-Levin Syndrome (KLS)?”. Diakses pada tanggal 16 Februari 2021 dari situs web: https://kls-support.org.uk/articles/52
  7. Tim Penulis SteptoHealth. (2019). “The Wendy Syndrome: Caring for Others and Neglecting Yourself”. Diakses pada 20 Februari 2021 dari situs web: https://steptohealth.com/wendy-syndrome-caring-others-neglecting/

Artikel Lainnya!

14 Aug

4 Cara untuk Meningkatkan Self-Image Kita

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Self-image adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri secara baik atau buruk. Jika kita seringkali membanding-bandingkan diri kita dan membentuk sebuah pemikiran, “Kalau kita tidak sukses (seperti yang lain), kita tidak berharga”. Alhasil, self-image kita akan merosot. Berikut empat cara untuk meningkatkan self-image kita!

Read More
12 Aug

Meningkatkan Kualitas Hubungan: Know Yourself Better

by Michelle Adi Nugraha, S. Psi.

Apakah Socconians sudah mengenali diri kalian lebih baik? Dengan mengenali diri kita sendiri, kita bisa meningkatkan kualitas hubungan kita dengan diri kita sendiri, lho! Selayaknya ketika kita ingin berkenalan dengan orang lain, mengenali diri kita sendiri menggunakan pendekatan yang serupa.

Read More
10 Aug

Mengetahui Lebih Banyak Tentang Toxic Relationship

by Rizka Siti Nur Rachmawati, S.Psi

Socconians pernah dengar apa itu toxic relationship? Saat ini tidak jarang ditemui bahwa apa yang kita anggap tidak sehat belum tentu orang lain juga akan sependapat. Ada beberapa hal dasar yang perlu sama-sama Socconians ketahui tentang tanda-tanda hubungan toxic relationship. Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut ini!

Read More

Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

© Social Connect 2019-2026 All rights reserved.