Jakarta, 11 Oktober 2021 — Banyak orang yang takut dirinya menjadi tertinggal sehingga terus saja menambah kegiatan baru dengan dalih agar lebih produktif. Demi meningkatkan pengetahuan tentang bahayanya Toxic Productivity di masa pandemi, Badan Eksekutif Mahasiswa KEMA Psikologi UPI mengajak Social Connect untuk bekerja sama dalam kegiatannya yang mengusung tema “Toxic Productivity: An Enemy During Pandemic”. Kegiatan webinar ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Oktober 2021 dan diselenggarakan secara online melalui media Zoom Meetings. Dalam kegiatan ini, Farra Anisa Rahmania hadir untuk membagikan materi.
Adapun di dalam kegiatan yang mengangkat topik khusus pada pengelolaan Toxic Productivity, Farra memberikan materi yang berjudul “Produktivitas Berlebihan Musuh Selama Pandemi”. Penyampaian materi diawali dengan penjelasan terkait definisi Toxic Productivity bagi kesehatan mental dan dilanjutkan dengan pengertian, sebab, akibat, hingga cara mengatasi Toxic Productivity.
Farra juga menjelaskan beberapa tantangan pada saat pandemi yang sering dihadapi oleh banyak orang, yang juga menjadi pemicu timbulnya Toxic Productivity. Di akhir penyampaian materi, Farra memberikan beberapa cara agar tidak terjebak dengan Toxic Productivity secara berlarut-larut. Setelah penyampaian materi, dilakukan sesi tanya-jawab guna memastikan pemahaman peserta terkait materi yang telah disampaikan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang Toxic Productivity dan menjaga kesehatan mental masyarakat di tengah pandemi. Mengedukasi partisipan mengenai bahaya dari obsesi untuk terus mengembangkan diri dan akan merasa bersalah apabila tidak melakukannya. Terlebih lagi di era pandemi seperti sekarang yang mengakibatkan kita menghabiskan banyak waktu di media sosial. *Webinar* ini juga diharapkan mampu menjadi platform yang mampu menjadi media diskusi mengenai Toxic Productivity yang banyak terjadi di masyarakat.
Penulis
Ditulis oleh Aulia Putri Andrika sebagai Media Relations Analyst di Social Connect. Penulis berada di bawah supervisi tim Media & PR Special Project. Tulisan ini sudah di-review secara bahasa dan kesesuaian dengan konteks informasi oleh Jevica Ozora sebagai Special Project Lead di Social Connect. Apabila terdapat kesalahan pengejaan nama, tempat, dan lainnya silakan hubungi kami untuk direvisi.
Tentang Social Connect
Social Connect adalah salah satu komunitas kesehatan mental terbesar di Indonesia yang hadir untuk membangun akses terhadap informasi dan pengetahuan kesehatan mental kepada siapa pun! Mimpi kami sangat sederhana, yakni: menciptakan Indonesia yang inklusif, di mana orang-orang bisa bercerita dan berdiskusi tentang kesehatan mental tanpa takut akan stigma dan diskriminasi.
Berita ini adalah kegiatan Social Connect pada tanggal 10 Oktober 2021 bersama Badan Eksekutif Mahasiswa KEMA Psikologi UPI. Kegiatan ini diselenggarakan via Zoom Meetings. Social Connect membuka kerja sama kolaborasi dengan seluruh instansi, lembaga, dan komunitas. Silakan kirimkan email proposal acara kamu ke halo@socialconnect.id untuk diskusi lebih lanjut tim kami akan menghubungi kamu dalam 3-4 hari kerja.