
Jakarta, 10 Juli 2021 — Departemen Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa serta Departemen Kaderisasi dan Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa BEM FIB UNPAD 2021 bersama dengan Social Connect telah menyelenggarakan webinar Kawan Sastra dengan tema “Self -Improvement and How to Start It” yang diadakan pada Selasa, 6 Juli 2021. Farra Anisa Rahmania, S.Psi selaku Medical Expert Analyst di Social Connect hadir sebagai pembicara yang membahas tentang stress management.
Webinar Kawan Sastra adalah sebuah wadah yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para peserta mengenai self-improvement sehingga terbentuklah pribadi-pribadi yang lebih baik. Pada kesempatan kali ini, Webinar Kawan Sastra membahas tentang Self-Improvement and How to Start It yang diselenggarakan pada 5-7 Juli 2021 lalu dengan topik dan narasumber yang berbeda setiap harinya.
Pada 6 Juli, Farra Anisa selaku pembicara dari Social Connect membahas tentang stress management. Ia fokus membahas tentang apa arti dari stres, bagaimana dampaknya terhadap kesehatan mental, dan strategi manajemen agar seseorang dapat mengelola stres yang dialaminya dengan baik dan benar, sehingga ke depannya mereka dapat menghadapi situasi stres dengan lebih bijak.
Webinar yang dihadiri oleh 102 peserta ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta bagaimana cara mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari, sehingga peserta mampu berdamai dengan situasi hidup stress serta mampu megembangkan diri ke arah yang lebih baik.
Penulis
Ditulis oleh Ayu Shafa Azzahra sebagai Media Relations Analyst di Social Connect. Penulis berada di bawah supervisi tim Media & PR Special Project. Tulisan ini sudah di-review secara bahasa dan kesesuaian dengan konteks informasi oleh Triani Apriliansyah sebagai Editor Tata Bahasa di Social Connect. Apabila terdapat kesalahan pengejaan nama, tempat, dan lainnya silakan hubungi kami untuk direvisi.
Tentang Social Connect
Social Connect adalah salah satu komunitas kesehatan mental terbesar di Indonesia yang hadir untuk membangun akses terhadap informasi dan pengetahuan kesehatan mental kepada siapa pun! Mimpi kami sangat sederhana, yakni: menciptakan Indonesia yang inklusif, di mana orang-orang bisa bercerita dan berdiskusi tentang kesehatan mental tanpa takut akan stigma dan diskriminasi.
