
Jakarta, 22 Oktober 2021 — Dalam rangka merayakan World Mental Health Day 2021 yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2021, Social Connect mengadakan seminar untuk memperingati hari kesehatan mental dengan mengangkat tema Social Connect for World Mental Health Day in Indonesia.
Social Connect mengadakan webinar yang menghadirkan pembicara, yaitu Putu Rarasati S.Psi sebagai Head of Medical and Research dari Social Connect. Kegiatan yang dilaksanakan melalui media Zoom Meetings ini juga diadakan dalam rangka mengedukasi peserta mengenai bagaimana menciptakan dan mempertahankan komunitas dan organisasi yang ramah kesehatan mental.
Putu Rarasati menyampaikan materi dan berdiskusi dengan peserta mengenai kondisi kesehatan mental di Indonesia, serta stigma yang beredar mengenai kesehatan mental. Acara diakhiri dengan sharing session bertemakan “Apakah Memiliki Gangguan Mental Ini Keren atau Seram” menggunakan platform menti.com, dimana peserta dapat secara bebas menyampaikan pendapat mereka mengenai topik diskusi.
Adapun webinar ini dihadiri sebanyak 18 peserta yang diharapkan mendapatkan kegiatan mendapatkan pengetahuan mendalam mengenai kondisi dan stigma kesehaan mental di Indonesia, serta cara menghadapi dan meluruskan stigma yang beredar di masyarakat.
Acara ini bertujuan untuk menjadi wadah dan sarana edukatif bagi para peserta webinar dalam memahami fenomena stigma kesehatan mental di Indonesia, juga menjadi solusi dalam menghadapi dan meluruskan stigma isu kesehatan mental yang beredar di kalangan masyarakat.
Ditulis oleh Aulia Putri Andrika sebagai Media Relations Analyst di Social Connect. Penulis berada di bawah supervisi tim Media & PR Special Project. Tulisan ini sudah di-review secara bahasa dan kesesuaian dengan konteks informasi oleh Jevica Ozora sebagai Special Project Lead di Social Connect. Apabila terdapat kesalahan pengejaan nama, tempat, dan lainnya silakan hubungi kami untuk direvisi.
Social Connect adalah salah satu komunitas kesehatan mental terbesar di Indonesia yang hadir untuk membangun akses terhadap informasi dan pengetahuan kesehatan mental kepada siapa pun! Mimpi kami sangat sederhana, yakni: menciptakan Indonesia yang inklusif, di mana orang-orang bisa bercerita dan berdiskusi tentang kesehatan mental tanpa takut akan stigma dan diskriminasi.
